Kamis, 27 September 2018
Honda Bakal Permak Habis Jazz
Buat pencinta Honda Jazz bakal penasaran nih mendengar kabar ini. Dikabarkan Honda bakal permak abis tampilan Honda Jazz.
Dikutip autoevolution, Kamis (27/9/2018), generasi ketiga Honda Jazz atau di Eropa kerap disapa Fit, dikatakan akan memiliki tampang yang benar-benar baru. Bahkan hatchback ini tertangkap kamera autoevolution tengah diuji di Spanyol.
Memang tampang baru Honda Jazz ini belum bisa dipastikan akan ikut diperkenalkan di Indonesia atau tidak. Namun meski demikian tampilan Honda Jazz ini sayang untuk dilewatkan.
Jika boleh menerka, dari foto spyshot yang diperoleh Autoevolution, tampilan Honda Jazz kali ini sangat berbeda pada seluruh bodi. Sebut saja pada bagian roofline, yang bakal berdampak lebih luas pada bagian headroom dan ruang penumpang dan sudah pasti kabin bakal lebih luas. Bagasi Honda Jazz pun bakal lebih luas.
Begitu juga dengan bagian grille, knalpot, radiator semuanya juga bakal berubah. Hal ini dirasa wajar, karena Honda diperkirakan juga akan menawarkan versi listrik pada 2020 di Eropa.
Namun untuk pilihan mesin, selain memiliki tampang terbaru Honda Jazz ini dikatakan akan ikut menawarkan mesin 1.0 liter turbocharged 3 silinder, layaknya Honda Civic di Eropa. Selain itu mesin 1.5 liter 4 silindet juga akan diberikan. Selain itu dikatakan Honda akan mengup-grade i-VTEC yang jauh lebih efisien, namun memiliki tenaga hingga 131 PS dan torsi mencapai 155 Nm.
Wah, bakal ikut diperkenalkan Honda di Indonesia tidak ya?
sumber: oto.detik.com
Senin, 24 September 2018
Di Indonesia, Bugatti Veyron Cuma Bisa Jadi Pajangan
Otolovers pernah tidak memimpikan memiliki mobil dengan harga puluhan miliar seperti Bugatti Veyron? Sayangnya memiliki mobil Bugatti Veyron di Indonesia memang masih hanya sekadar mimpi saja. Bugatti Veyron sendiri bukanlah mobil yang asing di Tanah Air.
Walaupun banderol harganya puluhan miliar mobil itu terlihat beberapa kali dipamerkan oleh importir umum yang membawanya ke sini Prestige Image Motorcars. Mobil Rp 90 miliar itu di Indonesia hanya sekadar pajangan saja.
"Veyron itu kita pinjam dari Bugatti Perancis, memang yang kirim dari Inggris, tujuannya memang untuk membuka opsi pembelian Chiron pada masyarakat," kata Rudi Salim.
Bugatti Veyron tidak bisa dimiliki oleh orang Indonesia karena ada regulai terkait impor mobil mewah yang berumur di atas 2 tahun. Hadirnya Bugatti Veyron dinilai untuk memancing pembelian pada Bugatti Chiron.
"Veyron kan memang tidak bisa dijual di Indonesia karena mobil second, ini kan hanya kita pamerkan sementara, nanti dikembalikan ke negara asal," kata Rudi kepada detikOto.
Bugatti Veyron masih berstatus sebagai salah satu mobil tercepat di dunia. W16 berkapasitas 8,0 liter, mampu mengeluarkan tenaga 1001 PS pada 6.000 RPM dengan torsi maksimal 1.250 Nm pada putaran 2.500-5.500 Nm. Walhasil kecepatannya dapat menembus 407 kpj, dengan kemampuan akselerasi 0-100 kpj hanya dalam 2,5 detik.
Apabila ada masyarakat yang ingin meminang Bugatti Veyron. IU Prestige Images Motorcars akan mengarahkan langsung ke pembelian unit Bugatti Chiron.
sumber: oto.detik.com
Senin, 17 September 2018
BMW iNEXT, Crossover Listrik yang Bisa Nyetir Sendiri
BMW telah merilis foto konsep crossover listrik bernama iNEXT, yang diharapkan menjadi model produksi untuk diluncurkan pada 2021 mendatang. iNEXT memiliki tampilan futuristik yang kental dengan DNA BMW iNEXT.
BMW iNEXT yang ditayangkan pertama kali dalam laman Bimmerpost ini memiliki kemiripan dalam bahasa desain BMW i, terutama pada bagian samping. Untuk tampilan depan, gril berbentuk jantung berukuran besar menegaskan bahasa desain baru BMW. Yang unik, gril berbentuk jantung itu seolah memiliki lubang atau kisi-kisi layaknya mobil bermesin konvensional. Tapi sebenarnya lubang-lubang pada gril itu palsu, karena mobil listrik memang tak butuh lubang untuk membantu mendinginkan mesin.
Untuk mencirikan iNext sebagai mobil ramah lingkungan, gril dikelilingi krom warna biru. Gril ini sendiri diposisikan tak menyatu dengan lampu yang bentuknya sipit. Kesan tegas dan gahar terlihat dari aksen warna hitam mengkilap yang mirip dengan body cladding plastik.
Sebagai mobil futuristik, BMW iNEXT sudah mengadopsi spion digital yang mengandalkan kamera, seperti yang digunakan Audi dan Lexus. BMW iNEXT menggunakan roda berukuran besar, yang dipadukan dengan spakbor kembung sehingga menguatkan aura gagah pada crossover ini.
Meski secara keseluruhan crossover ini mengadopsi desain tegas, tapi pada bagian belakangnya terkesan biasa, terutama lampu belakangnya yang pipih memanjang. Beruntung bagian bawahnya dibekali bumper besar nan gagah dengan dilengkapi aksen biru.
Untuk kabinnya menggunakan pendekatan berbeda, karena desainnya sangat minimalis dengan menanggalkan banyak tombol dan instrumen. Sebagai gantinya, pengoperasian fungsi-fungsi pada kendaraan dilakukan melalui layar sentuh berbentuk persegi panjang dengan frame metalik. Tema kotak juga menyasar lingkar kemudi yang tak lagi berbentuk bulat, melainkan kotak.
Tak banyak detail yang bisa diungkap dari iNEXT, tapi yang jelas crossover ini memiliki atap kaca panoramic dan konsol tengah yang unik sepertinya berlapis kayu. Dashboard juga tampaknya dilapisi kayu yang dipadukan dengan beberapa aksen metalik.
Sejauh ini BMW masih bungkam terkait spesifikasi iNext, meski menegaskan bahwa iNEXT versi produksi merupakan kendaraan listrik “Gen 5”. Juga disebutkan bahwa model-model kendaraan yang masuk ke dalam kategori Gen 5 sudah dilengkapi baterai modular dengan kapasitas mulai 60 kWh hingga 120 kWh. Untuk daya jelajahnya bisa mencapai 435 mil (700 km) dalam sekali pengisian baterai.
Selain dibekali teknologi tinggi, iNEXT juga dilengkapi sistem pengemudian semi otonom canggih. Model ini diperkirakan akan menggunakan sistem kemudi otonom Level 4, yang dapat mengemudi sendiri dalam berbagai situasi berbeda.
sumber: dapurpacu.co.id
Minggu, 09 September 2018
Terpergok Uji Jalan, Toyota C-HR Batal Meluncur
Toyota C-HR menjadi model yang cukup diminati di pasar Asia, termasuk Indonesia. Selain itu, popularitasnya juga baik di pasar Amerika Utara serta Eropa.
Beberapa kali Toyota C-HR terpergok sedang diuji jalan di India. Tapi sayangnya, Toyota tak jadi meluncurkan SUV kompaknya itu ke pasar India.
Melansir Indianautosblog, satu dari sekian banyak alasan adalah soal platform canggih TNGA. Platform itu disebut dirancang untuk negara-negara maju, yang mana pembeli menuntut yang terbaik dalam perlindungan kecelakaan, penanganan jalan, dan standar emisi.
Namun konsumen India memiliki kriteria yang berbeda. Konsumen India lebih menyukai desain dengan ruang kabin dan kepraktisan, seperti yang ditemukan di Hyundai Creta atau Mahindra XUV500. Sedangkan C-HR tak memiliki ruang untuk kepala dan kaki yang cukup.
Bahkan, Nissan Kicks dan VW T-Cross yang baru akan diluncurkan di India pun menyesuaikan desain ruang kabin mereka sesuai keinginan konsumen India.
Meski Toyota C-HR tak akan beredar di pasar India, Toyota yang bekerja sama dengan Suzuki kabarnya akan segera menelurkan versi Toyota Maruti Vitara Brezza.
Selain C-HR, Honda HR-V generasi terbaru pun dikabarkan tak akan menjajakan diri di pasar India.
sumber: otosia.com
Kamis, 06 September 2018
Kontes Modifikasi Daihatsu Digelar Akhir Pekan Ini di Manado
PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali melanjutkan ‘hajatnya’ untuk menantang para modifikator Tanah Air lewat gelaran Daihatsu Dress-up Challenge (DDC) 2018. Manado menjadi kota berikutnya dari ajang ini, yang dijadwalkan dilaksanakan pada akhir pekan ini.
Mega Trade Center Mega Mas menjadi lokasi penyelenggaraan DDC 2018 Manado. Pihak panitia mencatat sebanyak 52 unit Daihatsu telah mendaftarkan diri dalam kontes ini. Terdiri dari 21 Gran Max dan Luxio, 20 Ayla, 5 Xenia, 5 Sirion, dan 1 Terios.
Seperti di kota-kota sebelumnya, pihak juri menitikberatkan penilaian pada delapan aspek keamanan dan kenyamanan berkendara, yang meliputi aspek overall build.
Terdiri dari exterior, interior, paint, engine, undercarriage, car audio & video, dan presentasi dari sang modifikator. Juri akan menentukan dua peserta terbaik dari dua kategori pemenang (Best dan Runner Up) pada setiap produk line-up Daihatsu di setiap kota penyelenggara.
Mereka akan ditantang untuk bersaing kembali guna memperebutkan elite point yang akan diakumulasi pada setiap seri sampai final, dengan total hadiah hingga ratusan juta rupiah.

Selain kontes modifikasi, Daihatsu juga menyiapkan program paket penjualan menarik yang disiapkan untuk seluruh Sahabat Daihatsu yang ingin melakukan pemesanan mobil Daihatsu dengan berbagai hadiah menarik.
“Selain sebagai wadah kreativitas para modifikator, peserta juga ditantang untuk tetap memperhatikan berbagai aspek. Diharapkan even inin menjadikan para pecinta modifikasi agar lebih dekat dengan Daihatsu,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director ADM.
Kontes akan kembali digelar di lima kota lainnya usai di Manado, yaitu di Palangkaraya, Balikpapan, Palembang, Bandar Lampung, dan terakhir babak final di Jakarta.
Kontes ini dapat diikuti oleh perorangan, klub atau komunitas dengan menghubungi panitia di nomor 0815-937-1128. Peserta dapat mendaftarkan modifikasi mobil kreasi Daihatsu, yang terselenggara berkat kerjasama dengan Hot Import Night (HIN) dan merupakan bagian dari pameran Indonesia Auto Modified (IAM).
sumber: dapurpacu.id
Selasa, 04 September 2018
Terbatas, Datsun GO-Live Diproduksi Berapa Unit?
Datsun memperkenalkan GO-Live Special Version pada ajang GIIAS 2018. Model tersebut pernah hadir sebagai mobil konsep pada GIIAS 2017, dan kini sudah resmi dijual kepada masyarakat dengan jumlah terbatas.
Hadir dengan embel-embel terbatas, lantas berapa unit yang diproduksi dan dijual di Indonesia? Hana Maharani, Head of Product Communications PT Nissan Motor Indonesia (NMI), tidak bisa menyebutkan secara spesifik.
"Kuotanya cukup banyak, kita tidak bisa menyebutkan secara angkanya berapa unit," ujar Hana saat berbincang dengan Kompas.com beberapa waktu lalu di Bekasi, Jawa Barat.
Hana melanjutkan, model tersebut hadir untuk anak muda yang memang ingin tampil atau kelihatan berbeda. Oleh sebab itu, banyak ubahan yang dilakukan pada GO varian tertinggi ini.
"Jadi target pembelinya anak-anak muda, sebanyak-banyaknya akan kita sediakan," kata Hana.
Secara ubahan, pada bagian eksterior terlihat ada penambahan aero kit, seperti di front spoiler, side moldings, rear roof spoiler, rear bumper diffuser yang seluruhnya diberi warna kuning terang.
Gambar teaser model edisi spesial Datsun Indonesia yang bakal meluncur di GIIAS 2018.(ISTIMEWA) GO-Live ini juga tersedia dalam empat pilihan warna bodi, seperti hitam, putih, silver dan abu-abu. Namun seluruhnya atapnya hanya tersedia satu warna saja, yaitu hitam, agar terkesan lebih sporty.
Bagian kabin, sabuk pengaman diberikan kelir kuning serta aksen jahitan kuning juga pada bagian jok. Belum lagi ada aksen kuning pada bagian panel instrumen.
Secara harga, untuk transmisi manual dijual Rp 135 juta dan CVT Rp 150,5 juta on the road DKI Jakarta dan sekitarnya.
sumber: otomotif.kompas.com
Minggu, 18 Februari 2018
Mengenang Sejarah Toyota Kijang dan Mantan Presiden Soeharto
Siapa yang tidak kenal mantan Presiden Soeharto? Yak, saat kita sedang membicarakan Pak Harto pasti yang ada di ingatan kita langsung tertuju pada kata Orde Baru. Lalu apa hubunganya dengan Toyota? Siapa sangka keberhasilan Toyota dalam Industri Otomotif di tanah air berkat Soeharto ini. Banyak kebijakan dalam segala industri salah satunya adalah masalah perakitan mobil di Indonesia yang di mulai pada tahun tahun 1970 an. Dan dari hasil dari kebijakan ini adalah mobil terkenal tangguh yaitu Toyota Kijang. Atas dasar itulah kenapa nama Presiden Soeharto di abadikan pada seri Toyota Kijang generasi yang ketiga.
https://i.pinimg.com/736x/7c/ee/2d/7cee2ddb2821d47828ec2b559652d172.jpg
Foto diatas adalah momen ketika Soeharto mencicipi Toyota Kijang Generasi yang pertama. Masyarakat umum sering menyebut mobil itu dengan "Kijang Buaya" karena moncongnya yang mirip buaya itu. Diabadikan pada medio 1977, terlihat pada pak harto yang sedang memegang kemudi tersenyum di samping pak try (Try Sutrisno). Pak try pada saat itu masih sebagai ajudan duduk paling tengah di baris depan.
Kijang perlahan menjelma sebagai kendaraan keluarga multi fungsi (MPV) besutan Toyota Astra Motor (TAM) yang hingga kini masih sukses di pasaran. Toyota Kijang, hanya satu dari sekian mobil keluaran Astra Group yang mampu membawa Astra menjadi raja otomotif di Indonesia dengan penguasaan pasar Dalam bukunya Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini (2012:119)karya James Luhulima, di sana menceritakan awal-awal kelahiran Toyota Kijang.
Dalam bukunya James Luhulima menceritakan sebenarnya saat itu ada dua jenis mobil yang akan didatangkan oleh Toyota Motor Corporation sebelum Kijang diluncurkan pada 9 Juli 1977. Namun sayang, pada saat itu pak Soeharto memang sedang gencar-gencarnya mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, sehingga menerapkan larangan impor mobil secara utuh khususnya sedan, sehingga kedua mobil itu tak jadi dipajang di arena Pekan Raya Jakarta.
Kedua BVU dari CBU (Completely Built Up) itu tidak jadi dipajang karena bertentangan dengan semangat lokalisasi yang dicanangkan departeman perindustrian pada saat itu. Tapi sebagai gantinya, Soeharto memberikan insentif untuk mobil-mobil niaga dan ditetapkan dengan mengembangkan industri mobil kendaraan niaga berbasis lokal dengan harga terjangkau atau basic utility vehicle (BUV), atau kalau saat ini disebut LCGC alias mobil murah.
Kebijakan Pak Harto ini ditangkap oleh William Soeryadjaya sang pendiri Astra. Dan kelahiran Toyota Kijang ini adalah jawabannya. Ketika Pemerintah Orde Baru tengah menggeber Repelita I dengan fokus pertanian misalnya, William ini telah berpikir jauh ke depan, ia mulai berpikir bukan sekedar berdagang atau merakit, tapi menjadi industrialis. Dia ingin punya mobil dan sepeda motor nasional.
Pada awal-awal mengaspal Toyota Kijang memang tak mudah begitu saja menaklukkan hati konsumen di Indonesia, asal Anda tahu saja sebelum era 1960-1970-an di Indonesia ini memang sudah lebih dulu akrab dengan mobil-mobil Eropa yang terkenal tangguh. Dulu, mobil-mobil lansiran Jepang sering dapat cibiran "kaleng kerupuk" itu akhirnya mampu membetot peminat di Indonesia.
Setelah sukses mendapatkan perhatian konsumen, Toyota Kijang Generasi Berikutnya pun muncul
Sejak pertama kali muncul, Kijang Generasi pertama ini mampu bertahan selama empat tahun dan digantikan oleh kijang generasi yang lebih baru. Toyota Kijang Generasi II akhirnya keluar pada 1981 hingga 1986. Masyarakat menyebutnya “Kijang Doyok”, begitulah lidah-lidah orang Indonesia pada waktu itu, selalu menyebutkan sesuatu dengan se-enaknya sendiri, tapi sebutan itulah yang membuat mobil ini selalu melekat di hati
https://static.viva.co.id/thumbs2/2015/11/24/350023_kijang-doyok-_663_382.jpg
Menurut para komunitas Kijang, Kijang Doyok setidaknya ini mempunyai beberapa seri yang jumlahnya bahkan mencapai 16 seri, di antaranya: Kijang Namosco, Kijang Sika, Kijang Alfa, Kijang Super Patria, Kijang Patria, Kijang Mira, Kijang Mon Ami, Kijang Super Spirit, Kijang Spirit, Kijang Super Lion, Kijang Tama, Kijang Taruna, Kijang Tamara, Kijang Beta, Kijang Turangga serta Kijang Targa GT.
Dengan harga jauh lebih murah dibanding mobil-mobil sejenis yang ada pada saat itu, penjualan Toyota Kijang kala itu terus melesat. Apalagi sejak pesaing Toyota Kijang, Mitsubishi Colt T120 tak lagi diproduksi PT Krama Yudha Tiga Berlian, seketika itu langkah Toyota Kijang tak terbendung lagi.
Kijang Generasi III dan "Soeharto Series"
Toyota kembali meluncurkan varian Toyota Kijang Generasi III pada 1986. Setelah sukses dengan Generasi sebelumnya, Generasi ini pula makin mengukuhkan Toyota Kijang memang benar-benar “memang tiada duanya”. Kijang generasi ini dikenal dengan nama Toyota Kijang Super. Dengan langkah penyempurnaan dari model MPV generasi pertama, Toyota Kijang Generasi III ini mampu terjual hingga 492.123 unit sejak diluncurkan selama kurun waktu 10 tahun dari 1986-1996.
https://mmc.tirto.id/image/otf/860x/2018/01/26/toyota-kijang-soeharto-series--indepth--mojo.jpg
Di masa-masa akhir generasi III sebelum "disuntik mati", Toyota Kijang sempat dianggap punya seri khusus menjelang 50 tahun Kemerdekaan Indonesia. Disebutkan dalam sebuah blog otomotif, seri khusus ini sering disebut dengan "Kijang Soeharto Series". Banyak pihak beranggapan bahwa "Kijang Soeharto Series" muncul karena Soeharto memiliki andil dalam kelahiran Toyota Kijang di pasaran Indonesia.
Secara resmi istilah "Soeharto Series" tak menjadi nama resmi dari Toyota. Namun, nama-nama semacam bisa saja muncul dari pemberian nama di publik atau konsumen dari Toyota. Seperti nama-nama kijang yang telah disebutkan di atas seperti Kijang Kapsul, Doyok, Buaya, Super.
Nampaknya memang ada semacam "edisi khusus" Kijang Toyota dalam memperingati hari Kemerdekaan ke-50 Indonesia pada 1995—masa-masa akhir Kijang generasi III. Saat itu ada 50 unit Kijang khusus yang dibuat dalam rangka "Kijang Lintas Nusa". Kijang dengan balutan warna putih mendapat corak-corak dan garis merah, berpawai berkeliling Indonesia dari kota ke kota. Kata Julian Warman, yang sempat menjadi Head of Public Relation Astra International dan bergabung dengan Astra sejak 1993.
"Waktu itu memang sengaja disiapkan untuk peringatan 50 tahun Indonesia. Ada 50 Kijang melakukan perjalanan dari Aceh sampai Larantuka, NTT. Setiap kota berhenti. Saat itu nggak ada istilah pakai nama Soeharto," kata Julian.
Setelah keluarnya "edisi khusus" itu, Toyota Kijang berubah drastis menjadi generasi IV yang kini di publik populer dengan sebutan "Kijang Kapsul". Pada generasi ini, khususnya saat 1 Oktober 2003 atau 26 tahun setelah kelahiran Toyota Kijang, Toyota meluncurkan produksi mobil yang ke-1 juta yang diberi nama Kijang Krista.
Tak sampai di situ, Toyota Kijang pun terus berkembang, setelah 2004 Kijang berubah wajah menjadi Kijang Innova sebagai kijang generasi V, hingga kelahiran generasi VI All New Kijang Innova pada 2015 sebagai generasi terkini.
Langganan:
Postingan (Atom)
Mobil Listrik MG ZS Sudah Diuji di Indonesia, Segera Meluncur?
Jakarta - Sebuah foto mobil listrik MG Motor ramai mengisi laman social media sejak Sabtu, 14 November 2020. Foto MG ZS EV dengan pelat ...
-
Monumen Jayandaru, merupakan ikon baru yang baru saja dipasang di alun-alun. Sidoarjo mulai bebenah, alun-alun yang dulunya banyak peda...
-
Terkadang melakukan upgrade pada fitur hiburan mobil Toyota Anda perlu dilakukan. Terlebih lagi jika mobil akan digunakan untuk melakukan p...
-
Macet adalah masalah utama lalu lintas yang kerap ditemui di daerah perkotaan seperti kota-kota besar Jabodetabek. Banyaknya pengendara dan...









