Kamis, 29 Juni 2017

Inilah Lima Gaya Modifikasi Mobil Murah Toyota Di Surabaya


Beberapa waktu yang lalu, komunitas pecinta dan pengguna Toyota Agya yang tergabung dalam Toyota Agya Club baru saja menggelar “Agya Show Off 2016” untuk pertama kalinya di Indonesia. Ajang modifikasi ini pun sengaja digelar oleh para anggota TAC karena ingin memberikan wadah bagi mereka yang gemar dengan dunia modifikasi. Acara bertajuk Agya Show Off 2016 yang pertama diadakan di Surabaya dan mampu menjaring cukup banyak anggota komunitas yang hobi dengan modifikasi kendaraan.

Dari keseluruhan peserta yang hadir dalam ajang ini, akan dilakukan penilaian dengan beberapa kriteria yakni komponen exterior mobil (55 persen), modifikasi interior yang sesuai dengan konsep atau tema modifikasi (20 persen), desain audio yang paling baik (10 persen), suspension (10 persen) dan engine (5 persen). Akhirnya proses seleksi Agya Show Off di Surabaya yang dilakukan pada 14-23 Maret 2016 oleh Juri dari Pengurus Pusat TAC ini memperoleh lima pemenang.

Kelima pemenangan Agya Show Off 2016 di Surabaya diantaranya adalah I Putu Gede Agus Yasa (Bali) konsep Stylish Colors of Indonesia, I Gede Chandra Arka (Bali) - Samurai Ronin, Putu Volmawan Litade (Bali) - Street Racing, Denis Yudha Rahendra (Gresik) - Stylish Crown, dan Mochamad Triaji Kurniawan (Surabaya) - Blue Samurai Car.

Tentunya, ajang seperti ini akan lebih dinantikan oleh para anggota komunitas TAC dan komunitas resmi Toyota lainnya. Bagi Anda yang belum sempat mengikuti Agya Show Off 2016, bisa menunggu ajang berikutnya tahun depan ya.

Kamis, 22 Juni 2017

Bahaya Gunakan Mobil dengan Ban Botak


Bagi Anda yang ingin mudik, kondisi ban mobil adalah salah satu hal yang  wajib diperhatikan kondisinya jika ingin melalukan perjalanan jauh. Nah salah satu kondisi ban yang berbahaya untuk diajak perjalanan jauh adalah ban yang kondisinya sudah botak. Ada baiknya Anda langsung melakukan pergantian ban dengan dengan ban yang alur atau pattern (kembangan) masih tebal. Berikut ini adalah penjelasan tentang bahaya penggunaan ban botak.

Faktanya ban yang sudah tidak lagi memiliki alur, otomatis membuatnya tidak memiliki daya cengkram yang baik. Hal ini tentunya sangat menghawatirkan karena jika sudah tidak memiliki alur yang sempurna akan sangat berbahaya ketika melintas di jalur cepat, apalagi basah, atau ketika melakukan pengereman. Resiko kecelakaan lebih besar dapat terjadi pada mobil dengan an tipis atau botak, hal ini karena  fungsi cengkeram hilang. Traksi ban yang sudah tidak memiliki daya cengkram, sehingga titik pengereman pun akan begeser drastis.

Tidah hanya bahaya pada bagian pengereman, ban botak juga dapat menjadi ancaman saat mobil harus bermanuver. Daya cengkeram yang sudah kurang baik membuat ban tak mampu membelok sempurna saat dibutuhkan, sehingga berpotensi celaka. Ban juga memiliki  fungsi untuk menahan beban, menahan guncangan, serta bertindak sebagai peranti keamanan. Ban sama pentingnya dengan komponen mesin lainnya.  Oleh karena itu selalu usahakan untuk menjaga kondisi ban. Segera ganti jika memang sudah botak.

Kamis, 15 Juni 2017

Manfaat serta Kekurangan dari Melepas Aki Mobil yang Ditinggal Mudik


Untuk mudik ada banyak pilihan transportasi yang dapat dipilih untuk bisa sampai kampung halaman. Beberapa pemudik akan memilih untuk mengendarai mobil pribadi sementara yang lainnya lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum. Nah bagi mereka yang memilih untuk menggunakan transportasi umum, buiasanya pemudik akan meninggalkan mobil mereka dirumah. Beberapa pemudikpun memiliki kebiasaan melepas aki  yang bertujuan untuk membuat masa pakainya jadi lebih awet.
Hal ini biasanya dilakukan kika mobil ditinggal lama lebih dari seminggu. Nah bagi Anda yang suka melakukannnya ternyata melapas aki memiliki manfaat dan kekurangannya sendiri. Jika Anda  pergi lebih dari satu minggu,memang lebih baik untuk melepas  terminal baterainya. Hal ini karena biarpun mobil berhenti, dmobil akan tetap mengonsumsi arus listrik. Chann Aki mobil yang terpasang sekalipun mobil tidak dijalankan tetap akan menyuplai listrik untuk alarm, immobilizer, hingga fitur GPS untuk mengetahui posisi mobil. Fungsinya tentu untuk keamanan.
Nah aki ini lebih baik dicopot untuk (mobil Jepang) seperti mobil –mobil merek Toyota yang baterai bisa dicopot. Hal ini kurang begitu baik jika diaplikasikan pada mobil – mobil buatan Eropa. Karena jika baterai dicopot, maka baterai iniharus direset kembali. Ada alarm yang berfungsi, ada immobilizer, yang berfungsi sebagai fitur keamanan (kalaupun tetap dipasang) voltasenya hanya kecil, 0,2 ampere. 

Kamis, 08 Juni 2017

Perhatikan Hal Berikut Ini Jika Ingin Upgrade Fitur In Car Entertainment (ICE)


Terkadang melakukan upgrade pada fitur hiburan mobil Toyota Anda perlu dilakukan. Terlebih lagi jika mobil akan digunakan untuk melakukan perjalanan mudik atau perjalanan jauh lainnya. Upgrade fitur hiburan ini bisa menjadi salah satu cara terbaik agar bisa membuat penumpang tidak bosan selama perjalanan panjang nanti.

Menurut Deddy, owner gerai audio di Kemayoran mengatakan jika speaker jadi komponen pertama yang harus disentuh sebelum meminang head unit maupun power amplifier tambahan. “Ganti speaker lebih krusial untuk menciptakan suara lebih baik,” jelasnya. Sedangkan menurut Simon Dimas Biantara, Marketing Management sebuah produsen audio di Indonesia. “Otak dari semuanya itu ada di head unit. Jadi kalau HU menghasilkan suara yang kurang bagus, pemakaian komponen lain yang bagus pun tidak akan maksimal,” terang Dimas.

Saat ini banyak sekali pilihan dengan harga terjangkau dan kualitas yang memadai jika Anda ingin melakukan upgrade GU atau pun speaker mobil untuk kebutuhan hiburan di dalam mobil. Meski begitu, perlu diingat jika upgrade apapun yang dilakukan, Dimas berpendapat, lebih baik upgrade paket audio yang seimbang, dibandingkan memilih salah satu komponen saja yang lebih mahal. Apakah saat ini Anda sudah mendapatkan ide-ide baru untuk melakukan upgrade In Car Entertainment ini?

Kamis, 01 Juni 2017

Program Safety Driving : Pengendalian Emosi Berkendara oleh ALTIC

Emosi saat sedang berkendara dapat menjadi salah satu faktor terjadinya masalah lalu lintas yang tidak diharapkan. Sadar akan hal ini Altis IndonesiaCommunity (ALTIC) mensosialisasikan program safety driving dengan tema “Altic Well Behaved Driver” , dengan harapan dapat meminimalisir atau bahkan terhindar dari masalah yang dapt terjadi karena berkendara dengan emosi tak terkendali.

Sosialisasi ini dilakukan ALTIC kepada para membernya yang berlokasi di Villa Gardenia, Lembang Bandung (19-20/03). Selain program safety driving pengendalian emosi, program CSR di bidang pendidikan, dan acara outbound Mountain Adventure juga dilakukan bagi member ALTIC. “Program ini berisi pengendalian emosi dalam berkendara agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Secara garis besar membahas tips & trick Well Behaved Driver seperti, mempersiapkan diri dengan baik sebelum berkendara dan mempertahankan tingkat konsentrasi,” jelas Chairul Fahry, Ketua Umum ALTIC. 

Bagaimana cara ALTIC mensosialisasikan progaram Well Behaved Driver nya? Program ini dilakukan dengan persentasi yang efisien, dan di sosialisasikan baik di internal maupun external. Program yang diharapkan dapat menjadi penggagas safety driving program ini akan berikan tips seputaran cara mengendalikan emosi berkendara. Tak hanya kondisi jalan saja yang terkadang dapat membuat emosi Anda memuncak, namun kehadiran pengendara lain yang mengemudi dengan cara tidak teratur juga dapat memicu stress dan emosi. 

Oleh karena itu Safety driving dengan fokus pengendalian diri ini sangat penting untuk diketahui dan diterapkan oleh para pengendara untuk menuju ke arah lalu lintas yang lebih baik. Terkait mewujudkan kehidupan yang lebih baik, ALTIC juga berharap hal serupa dapat terwujudkan dalam bidang pendidikan. Sehubungan dengan hal ini,  ALTIC akan memberikan santunan berupa peralatan sekolah kepada SD Negeri Pancasila, Jl. Peneropongan Bintang No.52, Lembang, Bandung.  Semoga apa yang harapan mulia ALTIC dalam menjalankan dua program ini dapat terwujud, sehingga kita dapat hidup lebih baik dengan pendidikan dan lalu lintas yang lebih baik pula.

Kamis, 25 Mei 2017

Modifikasi Alphard Limousin Konsep Casino di IIMS 2016


Selain mobil Toyota Sienta yang sukses menarik perhatian para pengunjung Indonesia International Motor Show 2016, ada juga mobil  Toyota Alphard Limosine modifikasi yang juga menarik  mata para pengunjung. Dalam ajang IIMS ini, rumah Modifikasi Kupu-Kupu Malam (Kumal) menampilkan Toyota Alphard limousine yang memiliki panjang bodi hingga 5 meter. Toyota Alphard tampil lebih mewah dengan ruang interiornya didesain seperti casino.

Diakui oleh sang modifikator, penambahan panjang bodi kendaraan yang mencapai 1 meter merupakan tantangan tersendiri dengan tingkat kesulitan tinggi. Hal ini karena Alphard merupakan mobil MPV premium dengan sasis monocoque. "Kesulitannya membuat centerpenambahan bodi yang menggunakan monocoque karena jenis ini berbeda dengan sasis rangka yang terpisah dengan bodi," ungkap Kunto, modifikator Kumal, di lokasi IIMS, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

Bagian lain yang mendapat ubahan adalah bagian depan Alphard model 2004 itu di-upgrade menjadi model 2010. Headlampserta grille menggunakan perangkat dari original equipment manufacturer (OEM). Perubahan tersebut juga hingga bagian belakang. Bagian lantai yang menggunakan gambar kartu remi dibuat untuk menampakkan  bagian interior dengan nuansa casinoyang menjadi konsep modifikasi utamanya. 

Kabin juga dilengkapi dengan minibar dan fasilitas infotainment yang dilengkapi layar lebar. Mobil modifikasi yang mendapat perhatian dari banyak pengunjung IIMS 2016 ini, waktu pengerjaannya membutuhkan waktu kurang lebih selama tiga minggu.

Kamis, 18 Mei 2017

Tips Pergantian Ban Hanya di Dua Titik


Ban mobil adalah salah satu komponen mobil yang sangat penting. Tidak heran jika kondisi ban harus selalu diperhatikan dan segera diganti jika memang sudah waktunya. Ban mobil memang ada empat, namun ternyata untuk pergantiannya tidak perlu dilakukan di empat titik tersebut sekaligus. Ternyata mengganti ban mobil terkadang  masih bisa dilakukan dengan hanya mengganti dua titik dengan dua ban baru saja.

Dikutip dari laman Viva.com, sebuah tips pergantian ban diberikan oleh  General Manager Marketing PT Gajah Tunggal Tbk, Arijanto Notorahardjo. Arijanto mengatakan bahwa terkadang ban belakang masih bisa untuk dipasang di bagian depan. Sementara itu dua ban yang masih baru dipasang di belakang. Namun tentu saja hal ini memiliki catatan, dimana hal ini hanya berlaku jika pengendara   ingin mengganti ban bagian depan.

“Karena kalau cuaca yang sering hujan, ban baru kan masih tebal, dan ban tebal itu lebih cepat membuang air, jadi istilahnya hydiro planning-nya akan lebih bagus. Sementara ban yang sudah aus itu lebih lambat,” kata Arijanto di Jakarta. Jika Anda melakukan hal sebaliknya yaitu ban lama diterapkan pada bagian belakang dan ban baru di depan, maka akibatnya  bagian ban depan akan membuang air lebih cepat dan belakang lama. Hal  tersebut dapat menyebabkan over stir dan ban depan mengangkat. “Tapi tidak hanya ban saja, over stir juga bisa terjadi jika kondisi mobil tidak baik, termasuk pengemudi harus sehat,” tutupnya.

Mobil Listrik MG ZS Sudah Diuji di Indonesia, Segera Meluncur?

  Jakarta  -  Sebuah foto mobil listrik MG Motor ramai mengisi laman social media sejak Sabtu, 14 November 2020. Foto MG ZS EV dengan pelat ...